Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Laporan Keuangan Tahunan Panin Sekuritas (PANS)Tahun 2024

Analisis Laporan Keuangan Tahunan Panin Sekuritas (PANS)Tahun 2024


Tahun 2024 menjadi tahun yang cukup menantang untuk pasar modal Indonesia. Banyak gejolak global yang memengaruhi pergerakan IHSG, seperti ketidakpastian arah suku bunga The Fed, perlambatan ekonomi Tiongkok, isu geopolitik yang memanas, hingga perubahan dinamika politik di berbagai negara besar. Kondisi ini otomatis berdampak pada perusahaan sekuritas yang pendapatannya sangat dipengaruhi oleh aktivitas di pasar modal.

Salah satu perusahaan sekuritas yang menarik untuk dibahas adalah PT Panin Sekuritas Tbk (PANS). Perusahaan ini dikenal sebagai sekuritas yang sangat konservatif, memiliki neraca keuangan yang kuat, dan rutin membagikan dividen besar setiap tahun. Namun bagaimana kondisi finansial PANS di tahun 2024? Apakah perusahaan tetap stabil? Apakah ada penurunan kinerja? Dan bagaimana potensi saham PANS untuk ke depan?

Tulisan ini akan membahas semuanya dalam bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh siapa pun—baik investor pemula, investor menengah, maupun pembaca umum yang ingin memahami laporan keuangan sekuritas.


1. Gambaran Umum Kinerja PANS 2024

Sebelum masuk ke detail laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan valuasi saham, kita lihat dulu gambaran besarnya:

  • Pendapatan usaha turun 6,93% YoY

  • Laba bersih turun 14,42% YoY

  • Total aset turun 10,48% YoY

  • Ekuitas turun tipis 0,69% YoY

  • Arus kas operasi naik sangat tajam +110% YoY

  • Liabilitas (utang) menurun signifikan

  • Dividen tetap besar dan stabil

Jika digambarkan secara sederhana:

“Secara laba memang turun, tetapi kondisi fundamental perusahaan tetap sangat kuat, likuiditas sehat, utang kecil, dan kas operasional justru melonjak.”

Dengan kata lain, PANS tetap menjadi salah satu sekuritas paling stabil secara keuangan di BEI.


2. Analisis Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Bagian ini paling sering dilihat investor karena memberikan gambaran apakah perusahaan untung atau rugi dalam satu periode.

2.1. Pendapatan Usaha (Revenue)

Pada tahun 2024, pendapatan usaha PANS tercatat Rp369,16 miliar, turun sekitar 6,93% dari tahun sebelumnya.

Kenapa turun?

Ada beberapa faktor utama:

1) Penurunan nilai portofolio reksa dana

Dalam laporan terlihat adanya:

  • Unrealized loss Rp14,36 miliar, padahal tahun sebelumnya PANS mencatat unrealized gain Rp17,86 miliar.

Penjelasan mudahnya:

Portofolio reksa dana yang dimiliki PANS nilainya naik turun mengikuti kondisi pasar. Tahun 2024, NAV banyak reksa dana turun sehingga membuat PANS mencatat kerugian belum terealisasi.

2) Realized loss meningkat cukup besar

Tahun 2024:

  • Realized loss: Rp1,61 miliar

  • Tahun sebelumnya hanya Rp183 juta

Artinya saat PANS menjual sebagian portofolio reksa dananya, penjualannya berada pada kondisi pasar yang kurang mendukung sehingga menghasilkan rugi.

3) Pendapatan dari komisi transaksi tidak setinggi tahun sebelumnya

Meskipun jumlah transaksi nasabah meningkat, komisi dari perdagangan saham tidak tumbuh signifikan karena:

  • Aktivitas pasar secara umum menurun

  • Banyak investor memilih menunggu

  • Valuasi saham-saham besar cenderung stagnan

4) Pendapatan underwriting justru naik

Ini kabar baik.

PANS sebagai penjamin emisi efek (underwriter) berhasil menangani IPO dengan total nilai Rp928 miliar, jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp163 miliar.

Namun sayangnya, pendapatan underwriting yang naik ini belum cukup menutupi kerugian dari sisi portofolio investasi.


2.2. Beban Usaha (Operating Expenses)

Beban usaha turun dari:

  • Tahun 2023 = Rp222,82 miliar

  • Tahun 2024 = Rp211,80 miliar

Penurunan hampir 5% ini menunjukkan manajemen melakukan efisiensi biaya.

Beberapa faktor penyebab:

  • Digitalisasi layanan → biaya operasional menurun

  • Penghematan biaya pemasaran

  • Penurunan beban komisi perantara perdagangan

Efisiensi seperti ini sangat membantu menjaga margin keuntungan perusahaan.


2.3. Laba Operasi (Operating Profit)

Laba operasi PANS:

  • Rp157,36 miliar tahun 2024

  • Turun dari Rp173,84 miliar tahun 2023

Penurunan sekitar 9,48%.

Meski turun, penurunan ini masih tergolong wajar mengingat pasar modal 2024 memang kurang bersahabat. Yang lebih penting lagi adalah:

Laba operasi PANS masih jauh di atas kebutuhan biaya operasional, yang artinya perusahaan tetap sangat menguntungkan.


2.4. Laba Bersih (Net Profit)

Laba bersih tahun 2024:

  • Rp118,11 miliar, turun 14,42%

Ini penurunan yang paling terasa karena cukup besar. Namun tetap harus dilihat secara konteks:

  • Penurunan utamanya disebabkan oleh loss portofolio reksa dana

  • Bukan karena masalah serius di inti bisnis

  • Arus kas justru meningkat (kita bahas nanti)

  • Dividen tetap dibagikan besar

Dengan demikian, penurunan laba bersih PANS bukanlah tanda bahaya.


3. Analisis Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Neraca ibarat foto kondisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu. Di sini kita melihat aset, utang, dan ekuitas.

3.1. Aset PANS Turun – Apakah Ini Buruk?

Total aset PANS:

  • Tahun 2023: Rp2,23 triliun

  • Tahun 2024: Rp2,00 triliun

Turun 10,48%.

Penyebabnya:

1) Penurunan nilai portofolio efek

Kembali lagi ke unrealized loss yang cukup besar.

2) Penurunan kas dan setara kas

Kas perusahaan turun karena:

  • Pembayaran dividen besar

  • Pelunasan pinjaman bank

3) Penurunan piutang nasabah

Ketika aktivitas transaksi menurun, piutang juga berkurang.

Apakah ini buruk?

Tidak sepenuhnya.

Aset yang turun bukan karena kerusakan bisnis, tetapi karena penyesuaian nilai pasar instrumen investasi dan kebijakan konservatif perusahaan.


3.2. Liabilitas Turun Banyak

Total liabilitas PANS menurun cukup tajam. Debt-to-Assets Ratio turun:

  • Tahun 2023: 0,30

  • Tahun 2024: 0,22

Artinya porsi utang terhadap aset semakin mengecil.

Penyebab:

1) Pelunasan pinjaman bank sebesar Rp102 miliar

2) Tidak ada penambahan utang baru

Ketika utang turun, risiko finansial perusahaan juga turun. Ini nilai plus.


3.3. Ekuitas Turun Tipis – Hampir Tidak Bergerak

Ekuitas PANS:

  • Tahun 2023: sekitar Rp1,57 triliun

  • Tahun 2024: sekitar Rp1,56 triliun

Turunnya hanya sekitar 0,69%.

Mengapa stabil?

  • Meski laba bersih turun, perusahaan tetap memiliki fondasi ekuitas besar

  • Tidak ada perubahan signifikan pada jumlah saham

  • Kerugian unrealized tidak memengaruhi kas langsung

Ini menunjukkan kesehatan perusahaan yang terjaga.


3.4. Rasio Kesehatan Keuangan PANS

1) Current Ratio: sangat tinggi (4,61x)

Artinya:

Setiap Rp1 utang jangka pendek ditopang oleh Rp4,61 aset lancar.

Ini luar biasa sehat.

2) Debt Ratio: rendah (0,22)

Semakin kecil nilai ini, semakin aman perusahaan.

3) Interest Coverage Ratio: 25,92x

Perusahaan bisa membayar bunga dengan sangat mudah.

Dengan semua rasio tersebut, jelas bahwa PANS berada dalam kategori:

Perusahaan sekuritas dengan neraca sangat sehat.


4. Analisis Arus Kas (Cash Flow Statement)

Arus kas adalah aspek terpenting yang sering diabaikan investor, padahal inilah aspek yang menentukan apakah perusahaan benar-benar “sehat”.

4.1. Arus Kas Operasi (Operating Cash Flow)

Arus kas operasi melonjak dari:

  • Rp110,20 miliar → Rp231,41 miliar
    → naik +110%

Ini luar biasa.

Kenapa naik?

  1. Penjualan surat berharga

  2. Penerimaan reverse repo besar

  3. Penerimaan komisi meningkat

  4. Efisiensi beban operasional

  5. Penurunan piutang

Sederhananya:

Walaupun laba akuntansi turun, kas nyata yang masuk justru meningkat tajam.

Ini adalah salah satu indikator perusahaan sehat.


4.2. Arus Kas Investasi

Angka arus kas investasi:

  • (Rp6,58 miliar), lebih besar dari tahun lalu (Rp3,10 miliar)

Ini karena pembelian aset tetap.

Apa artinya?

PANS sedang meningkatkan infrastruktur bisnisnya—bisa berupa software trading, sistem keamanan data, atau fasilitas operasional lainnya.

Ini hal yang positif.


4.3. Arus Kas Pendanaan

Arus kas pendanaan negatif:

  • (Rp193,16 miliar)

Penyebab:

  1. Pembayaran dividen Rp128,05 miliar

  2. Pelunasan pinjaman bank

  3. Pembayaran dividen anak usaha

Meskipun kas keluar besar, perusahaan masih tetap mampu meningkatkan arus kas operasional. Ini menunjukkan:

Arus kas perusahaan kuat dan perusahaan sangat likuid.


5. Analisis Rasio Keuangan PANS 2024

Kita analisis beberapa rasio utama.

5.1. Profitabilitas

1) Net Profit Margin

118,11 miliar / 369,16 miliar
32%

Ini margin yang tinggi untuk perusahaan jasa keuangan.

2) Return on Equity (ROE)

ROE = 118,11 miliar / 1,56 triliun
7,5%

Tidak tinggi, tapi stabil untuk perusahaan sekuritas yang konservatif.

3) Return on Assets (ROA)

118,11 miliar / 2 triliun
5,9%

Sekali lagi, stabil.


5.2. Likuiditas & Solvabilitas

Semua rasio likuiditas PANS menunjukkan kondisi yang aman:

  • CR 4,61x → sangat tinggi

  • DR 0,22 → utang kecil

  • ICR 25x → mampu bayar bunga berlipat-lipat


6. Valuasi Saham PANS – Berapa Nilai Wajarnya?

Kita gunakan tiga metode:

  1. PER

  2. PBV

  3. Dividend Discount Model (DDM)


6.1. Valuasi Menggunakan PER

  • EPS 2024: Rp159,09 per saham

Rata-rata PER emiten sekuritas: 8–10x

Hasil:

  • PER 8x → Rp 1.272

  • PER 10x → Rp 1.590


6.2. Valuasi Menggunakan PBV

BVPS = Ekuitas / Saham Beredar
= 1,56 triliun / 711 juta
Rp2.193 per saham

Rata-rata PBV sekuritas stabil: 0.8 – 1.2x

Hasil:

  • PBV 0.8 → Rp 1.754

  • PBV 1.0 → Rp 2.193

  • PBV 1.2 → Rp 2.631


6.3. Valuasi Menggunakan DDM

  • DPS 2024: Rp180

  • g = 3%

  • k = 10%

Nilai wajar DDM:

= 180 × 1.03 / (0.10 – 0.03)
= 185,4 / 0,07
Rp2.648


6.4. Rata-rata Fair Value PANS

Dari tiga metode:

  • PER → Rp 1.272 – 1.590

  • PBV → Rp 1.754 – 2.631

  • DDM → Rp 2.648

Rata-rata nilai wajar konservatif:

(1.590 + 2.193 + 2.648) / 3
Rp2.143 per saham


7. Apakah Saham PANS Layak Dibeli?

Mari kita lihat dari berbagai aspek.

7.1. Kelebihan PANS

✔ 1. Likuiditas sangat kuat

CR tinggi menunjukkan kemampuan bayar jangka pendek yang sangat aman.

✔ 2. Utang rendah

Perusahaan tidak bergantung pada pinjaman bank.

✔ 3. Arus kas operasional sangat besar

Naik lebih dari 100% dalam satu tahun.

✔ 4. Dividen besar dan rutin

DPS Rp180 sangat menarik untuk investor dividen.

✔ 5. Valuasi PBV murah

Harga pasar PANS sering kali di bawah nilai bukunya.


7.2. Kekurangan PANS

✘ 1. Laba bersih turun

Dipengaruhi oleh kondisi pasar.

✘ 2. Pertumbuhan bisnis tidak agresif

PANS sangat konservatif.

✘ 3. Harga saham cenderung “diam”

Tidak cocok bagi trader.

✘ 4. Kinerja sangat tergantung pasar modal

Jika IHSG turun, PANS terdampak.


8. Cocok Untuk Investor Tipe Apa?

A. Income investor – Sangat cocok

Orang yang suka dividen tinggi akan menyukai PANS.

B. Value investor – Cocok

PBV di bawah 1x adalah peluang menarik.

C. Investor jangka panjang – Cocok

Fundamental kuat dan stabil.

D. Trader – Tidak cocok

Pergerakan harga lambat.


9. Kesimpulan Lengkap (Ringkas & Mudah Dipahami)

  • Pendapatan dan laba memang turun, tetapi turunnya karena kondisi pasar, bukan karena bisnis melemah.

  • Arus kas operasional justru naik sangat tajam – ini sinyal perusahaan sehat.

  • Utang perusahaan rendah → risiko rendah.

  • Ekuitas besar → fundamental kokoh.

  • Dividen tetap besar → sangat menarik bagi investor dividen.

  • Valuasi berdasarkan laporan keuangan menunjukkan harga wajar sekitar Rp2.143.

Dengan kata lain:

PANS tetap menjadi salah satu saham sekuritas paling stabil dan paling aman di BEI.

Jika tujuanmu adalah:

  • Mendapat dividen rutin

  • Menyimpan saham dengan risiko rendah

  • Berinvestasi jangka panjang

PANS adalah pilihan menarik.


Disc On: Do Your Own Research

Posting Komentar untuk "Analisis Laporan Keuangan Tahunan Panin Sekuritas (PANS)Tahun 2024"